Friday, June 13, 2014

ACCOUNTING MANAGEMENT (ASPEK AKUNTANSI MANAJEMEN)

ASPEK AKUNTANSI MANAJEMEN
   Peranan Akuntansi pada umumnya dan Akuntansi Manajemen pada khususnya sangat penting dalam menyediakan informasi bagi masyarakat secar keseluruhan, terutama bagi pengambil keputusan, para manajer, dan profesional.
    Apalagi menghadapi suatu investasi yang memiliki nilai mata uang yang penuh dengan resiko, dan semakin penting pula suatu informasi jika kita ketahui bahwa kondisi suatu perekonomian serta keadaan sosial yang tidak menentu dan sulit diramalkan apa yang akan terjadi. Data yang diolah agar menjadi informasi yang relevan terkadang menjadi beban perusahaan, sehingga timbullah apa yang disebut cost of information.
   Di samping menyediakan informasi bagi para pemakainya, keterampilan khusus dalam pengolahan data akuntansi penting pula dipahami.
Data dan informasi tersebut dapat bermanfaat apabila:
1.  Dapat mengurangi ketidakpastian dari pemakainya.
2.  Dapat diadaptasikan serta memenuhi kepastian para pemakainya.
    Khusus akuntansi manajemen yang memiliki tanggung jawab dalam mediator konflik, spesialisasi ini dapat juga membantu manajemen dalam proses pengambilan keputusan agar sumber-sumber ekonomi yang dikuasainya atau kekayaan perusahaan dapat dialokasikan dan diinformasikan secara lebih efektif serta efisien, termasuk juga tanggung jawab untuk memberikan informasi mengenai aspek-aspek disfungsional yang ditimbulkan oleh konflik-konflik intra organisasi.
   Karena tanggung jawab tersebutlah, maka informasi khususnya yang bersifat keuangan merupakan hal penting yang tentunya harus memberi manfaat kepada manajemen atau kepada pemilik sumber-sumber ekonomi.
   Namun informasi akuntansi yang dikenal secara umum, dalam menghasilkan informasi berupa laporan keuangan, yaitu Neraca.
     Laporan Laba Rugi dan Daftar Perubahan Modal, tampaknya belum mempunyai banyak arti bagi pemilik sumber-sumber ekonomi secara universal. Seperti diketahui bahwa setiap evolusi mengalami proses maupun ruang lingkup yang berbeda, atau situasi dan kondisi yang berbeda. Apa yang dialami perusahaan besar atau organisasi bisnis di Indonesia baru mencapai sekitar dari taraf penentuan target atau sasaran yang berarti sebagai fungsi objektif akuntansi ini masih cenderung ke arah maksimalisasi keseahteraan pemilik.
    Kalau diambil pengertian different cost for different purpose, maka setiap perusahaan sangat tergantung pada informasi yang berbeda dalam mengambil keputusan masing-masing. Ini dapat dijadikan alasan bahwa tidak semua teori akuntansi maupun akuntansi biaya dapat digunakan secara sama oleh perusahaan yang sejenis.
   Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa informasi merupakan mesin yang membuat manajer berjalan. Dalam ketiadaan aliran informasi yang berlanjut, manajemen akan menjadi tidak berdaya melakukan sesuatu. Informasi akuntansi adalah salah satunya yang juga masih tergantung kepada para pakar bidang lainnya dalam menyediakan sebagian kebutuhan informasi pendukung. Ahli ekonomi, ahli pemasaran, ahli perilaku organisasi, dan lain-lainnya, dapat memberikan informasi kepada manajemen atau mengemukakan saran atas berbagai tahap aktivitas organisasi.
   Informasi akuntansi pada dasarnya bersifat keuangan yang membantu manajer melakukan tiga masalah pokok sebagai berikut (Charles T.Horngren):
1.    Merencanakan secara efektif dan memusatkan perhatiannya pada penyimpangan apa yang direncanakan.
Penyediaan informasi akuntansi yang dapat membantu kebutuhan manajer melalui penyediaan laporan prestasi yang membantu manajer memusatkan terhadap masalah. Ringksanya, laporan prestasi merupakan suatu bentuk umpan balik bagi manajer, yang mengarahkan perhatian kepada bagian organisasi yang dapat memanfaatkan waktu manajemen secara lebih efektif.
2.    Mengarahkan operasi sehari-hari.
Manajer mempunyai kebutuhan yang konstan akan informasi akuntansi dalam memimpin operasi sehari-hari yang rutin. Misalnya sewaktu manajer menentukan harga pokok produk baru yang bersandar pada informasi yang disediakan akuntansi untuk memastikan hubungan harga dan biaya sudah serasi dengan strategi pemasaran yang digunakan oleh perusahaan. Menurut salah satu contoh ini, pekerjaan akuntansi dan manajemen mempunyai hubungan yang tidak mungkin terpisah dalam menjalankan operasi sehari-hari.
3.    Mencapai penyelesaian terbaik sehubungan dengan masalah operasi yang dihadapi organisasi.
Informasi akuntansi sering merupakan faktor penting dalam menganalisis alternatif, biasanya mempunyai biaya dan manfaat tertentu yang dapat diukur dan digunakan sebagai masukan dalam memutuskan alternatif terbaik.
PENGETIAN AKUNTANSI MANAJEMEN
“Akuntansi manajemen adalah salah satu bidang akuntansi yang tujuan utamanya untuk menyajikan laporan-laporan suatu satuan usaha atau organisasi tertentu untuk kepentingan pihak internal dalam rangka melaksanakan proses manajemen yang meliputi perencanaan, pembuatan keputusan, pengorganisasian dan pengarahan serta pengendalian”.
Jika melihat hasil pelaporan yang diperlukan manajemen yang tidak hanya laporan masa lalu tetapi juga meliputi proyeksi masa depan, maka akuntasnis manajemen didefinisikan sebagai berikut:
“Akuntansi Manajemen adalah penerapan teknik-teknik dan konsep yang tepat dalam pengolahan data ekonomi historikal dan yang diproyeksikan dari suatu satuan usaha untuk membantu manajemen dalam penyusunan rencana untuk tujuan-tujuan ekonomi yang rasional dan dalam membuat keputusan-keputusan rasional dengan suatu pandangan ke arah pencapaian tujuan tersebut”.
             Memperhatikan definisi yang kedua di atas beberapa hal yang perlu dicatat ialah sebagai berikut:
1.   Perlu pemahaman teknik-teknik, katakanlah model-model seperti konsep perilaku biaya, hubungan cost-volume dan profit, atau model-model matematis yang relevan.
2.  Pemahaman yang cukup terhadap metode akuntansi atau financial accounting maupun cost accounting, paling tidak bagaimana metode pencatatan data akuntansi atau metode harga pokok yang dilakukan terhadap historikal keuangan perusahaan.
3.    Proyeksi-proyeksi yang dilakukan berkaitan erat dengan teori statistik.
4. Keputusan-keputusan yang diambil harus rasional yang berkaitan dengan pencapaian tujuan suatu organisasi, seperti diketahui organisasi yang sama dapat saja hasilnya berbeda, pencatatan biaya yang berbeda dan tujuan yang berbeda pula.
        Definisi umum yang boleh dikatakan rangkuman dari pembahasan pengertian akuntansi manajemen di atas, (Ronald M.Copeland dan Paul E.Dascher : 1978) adalah :
“Managerial Accounting adalah bagian dari akuntansi yang berhubungan dengan identifikasi, pengukuran dan komunikasi informasi akuntansi kepada internal manajemen yang bertujuan guna perencanaan, proses informasi, pengendalian operasi dan pengambilan keputusan”.


0 comments:

Post a Comment